Kali ini adalah cerita tentang sebuah keniscayaan, sebuah pengharapan, sebuah keyakinan, sebuah keseriusan, DISAMPING,
cerita tentang ketidakberdayaan, kelemahan, keterlenaan, kebimbangan dan keterpurukan.
Banyak di bisa dipelajari dari kehidupan kita. Apapun itu bentuknya.
Kali ini, cerita itu bernama sebuah kenyamanan.
Begitu banyak orang yang hidup dengan nyaman, dengan harta yang mereka miliki, dengan keluarga yang mereka miliki, dengan keluarga yang mereka miliki, dengan teman yang mereka miliki, dengan pekerjaan yang mereka miliki, dengan kendaraan yang mereka miliki, dengan pakaian yang mereka miliki. Yah…apapun itu.. sifatnya tentu saja sangat duniawi, karena itulah yang banyak disukai orang.
Bentuk kenyamananpun sangaat berfariatif, tergantung dengan jenis kenyamanan itu sendiri.
Tapi, disisi lain, ada pulu orang yang nyaman dengan ibadah mereka, meski mereka sedang kesulitan, meski harta tidak ditangan, meski pekerjaan sangat berat, meski gajai yang mereka terima sangat pas-pasan. Begitulah…kenyamanan adalah tentang merasa nyaman.Bukan tentang orang yang nyaman.
Banyak pula orang yang meski telah berharta banyak, pekerjaan berada di posisi puncak, kendaraan mewah, istri/suami yang cantik, anak yang pintar, akan tetapi mereka tidak nyaman, mereka tidak bahagia.
berbeda-beda memang.
dan sekarang bagaimana dengan tingkat kenyamanan kita sendiri? apa yang akan kita jadikan ukuran sebagai tingkat kenyamanan kita?
apa fokus kita?
Teori modern mendengungkan untuk ‘out of the box’, lantas seperti apa bentuknya? apakah seperti kita terjun payung tanpa menggunakan parasut? menceburkan diri ke laut meski kita tidak bisa berenang? apakah itu?
Saya masih mencari jawaban.
Wallahu alam