warenabe ni tojibuta*

sebuah peribahasa dari Negeri Matahari, yang saya ambil dari flash of wind-nya Taeko Watanabe.
Warenabe Ni Tojibuta, setiap orang punya kehidupannya sendiri.
Setiap orang mempunyai takdirnya sendiri, setiap orang mempunyai rizkinya sendiri. Dan memang begitulah hidup. Tidak semua orang kaya, tidak semua orang miskin. Tidak semua orang perempuan (konyol banget kan kalo seperti itu?) dan tidak semua orang adalah laki-laki. Allah-lah yang Maha Adil, Maha Sempurna..
sebetulnya ada ceritanya, aku memberi nama tulisan kali ini Warenabe Ni Tojibuta. Awalnya dari kiriman psan seorang teman yang telah lama tidak kutemui. Dia mengajakku untuk reunian, dan akupun menyetujuinya. Singkat cerita akhirnya kami bertemu, meskipun ternyata yang datang hanya aku dan temanku yang mengajak. Tapi itu tak membuatku kecewa kok. Setidaknya pekan ini aku telah bersilaturahmi..
Kami bercerita dan bercerita, tentang diriku, tentang dirinya dan tentang teman-teman kami. Tiba-tiba perbincangan mengarah pada satu teman kami yang ternyata tidak sedang di Indonesia. Dan kami tidak tahu antah berantahnya.
Dari sanalah aku mulai berfikir tentang’Warenabe Ni Tojibuta’ ini. Teman-temanku dan aku tentu saja, bukan lagi seorang siswa berseragam putih biru yang hampir setiap malam harus mengerjakan PR (well..for sure, i’m not that type. I’m not really deligent..aku lebih menikmati hidup dengan membaca komik atau novel. Yah,..meskipun PR juga kukerjakan T_T!).
Yah..intinya kami bukan lagi kami yang dulu. Kami yang sekarang seharusnya adalah kami yang telah dewasa. Ada seorang temanku yang telah menikah dan mempunyai seorang anak laki-laki.Aada temanku yang telah bekerja dan sedang mempersiapkan pernikahannya. Ada temanku yang sedang ‘bargain’ dengan pekerjaanya. Ada temanku yang sedang ada di negeri orang, berusaha dengan pekerjaannya. Dan disini ada aku..aku yang sedang menunggu dipanggil untuk segera bekerja, mengabdi pada negara. meski hanya sebagai PNS. Biarkanlah. Toh..akupun telah melalui jalan yang berliku. Telah melewati berbagai macam rintangan, dan telah mengalahkan (apa nggak terlalu lebay ya?T_T!) banyak orang sehingga tinggal aku yang bertahan. Bukankah itu pula jalanku?
Warenabe Ni Tojibuta…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.